Wednesday, August 17, 2011

Momentum Berantas Korupsi Bisa Terlewat

Artikel berikut menyajikan informasi yang sangat terbaru tentang
. Jika Anda memiliki minat khusus dalam
, maka artikel ini informatif diperlukan membaca.
JAKARTA, KOMPAS.com " Jika mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, memilih bungkam, maka penyidikan hanya akan terhenti pada tersangka kasus suap pembangunan wisma atlet SEA Games. Kasus itu pun tidak akan pernah lagi menjadi momentum untuk membongkar kasus korupsi, baik di DPR maupun di partai politik.


"Padahal publik mengharapkan, kerberadaan kasus ini bisa memperbaiki DPR dan partai politik agar keduanya menjadi lembaga yang jujur dan bersih," sebut Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky K, Rabu (17/8/2011) petang.

Saya percaya bahwa apa yang Anda telah membaca sejauh ini informatif. Bagian berikut ini harus pergi jauh ke arah membersihkan setiap ketidakpastian yang mungkin tetap.

Dengan Nazaruddin yang bungkam, nama-nama elite politik yang sebelumnya pernah dituding Nazar sulit disentuh jerat hukum.

Seperti diberitakan Kompas.com, OC Kaligis sebagai pengacara Nazaruddin menyebutkan, Nazaruddin akan bungkam soal Partai Demokrat. Dia tidak akan berbicara lagi soal partai ataupun soal pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi seperti yang disampaikannya selamaburon.

"Dia tidak mau ngomong pada KPK. Jadi, pemeriksaan besok, dia (Nazaruddin) cuma mau jawab satu, 'masukin saja saya dalam penjara'," ujar Kaligis seusai mengunjungi sel Nazaruddin di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu siang.

Sekarang Anda bisa menjadi ahli percaya diri pada
. OK, mungkin bukan pakar. Tapi Anda harus memiliki sesuatu untuk membawa ke meja waktu berikutnya Anda bergabung dengan diskusi tentang
.

No comments:

Post a Comment