YOGYAKARTA, KOMPAS.com " Para penerbang TNI AU menyelesaikan pendidikan khusus, yakni latihan terbang malam yang memiliki tingkat kesulitan tinggi di Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saya percaya bahwa apa yang Anda telah membaca sejauh ini informatif. Bagian berikut ini harus pergi jauh ke arah membersihkan setiap ketidakpastian yang mungkin tetap.
Dinas Penerangan Lanud Adisutjipto menjelaskan, Jumat (14/10/2011), para siswa berlatih delapan sortie penerbangan bagi para pilot dan dua sortie penerbangan bagi para instruktur penerbang. Latihan Terbang Malam yang diselenggarakan sejak 3 Oktober itu diikuti 16 siswa Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) TNI A-66 dan 25 Instruktur Penerbang. Komandan Skadron Pendidikan 102 Letkol (Pnb) Dedy menjelaskan, penerbangan malam memiliki tingkat kesulitan tinggi dan harus dilakukan secara cermat. "Untuk mendukung latihan, siswa terbang mengunakan pesawat pesawat T-34C-1/Charlie, sementara untuk refreshing, para instruktur penerbang menggunakan pesawat KT-1B Woong Bee. Masing-masing menempuh rute Adisutjipto-Adisumarmo di Solo dan kembali ke Adisutjipto," jelas Dedy.
Dinas Penerangan Lanud Adisutjipto menjelaskan, Jumat (14/10/2011), para siswa berlatih delapan sortie penerbangan bagi para pilot dan dua sortie penerbangan bagi para instruktur penerbang. Latihan Terbang Malam yang diselenggarakan sejak 3 Oktober itu diikuti 16 siswa Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) TNI A-66 dan 25 Instruktur Penerbang. Komandan Skadron Pendidikan 102 Letkol (Pnb) Dedy menjelaskan, penerbangan malam memiliki tingkat kesulitan tinggi dan harus dilakukan secara cermat. "Untuk mendukung latihan, siswa terbang mengunakan pesawat pesawat T-34C-1/Charlie, sementara untuk refreshing, para instruktur penerbang menggunakan pesawat KT-1B Woong Bee. Masing-masing menempuh rute Adisutjipto-Adisumarmo di Solo dan kembali ke Adisutjipto," jelas Dedy.
No comments:
Post a Comment